AYO MENCERMATI
Menjelang pelaksanaan upacara adat di sebuah balai banjar di Kabupaten Klungkung, suasana desa tampak ramai. Made Arya, seorang pemuda banjar, bersama teman-temannya bergotong royong menyiapkan hiasan upacara dari uang kepeng yang akan dipasang berjajar di sepanjang sisi balai banjar.
Hiasan ini dibuat agar balai banjar terlihat rapi, serasi, dan seimbang saat upacara berlangsung. Pemasangan hiasan dilakukan secara bertahap dari satu susunan ke susunan berikutnya.
- Susunan pertama: 12 uang kepeng
- Susunan kedua: 16 uang kepeng
- Susunan ketiga: 20 uang kepeng, dan seterusnya.
Melihat perubahan jumlah uang kepeng pada setiap susunan, Made Arya mulai menyadari bahwa jumlah uang kepeng tersebut bertambah secara teratur dan membentuk suatu pola bilangan.
Made Arya Bertanya:
“Jika pola ini terus berlanjut, berapa banyak uang kepeng yang dibutuhkan untuk susunan berikutnya? Dan berapa total uang kepeng yang harus kami siapkan agar seluruh hiasan dapat terpasang dengan baik?”